Kamis, 27 Oktober 2016

Suami Penyuka Barang Antik?



 “Rumahmu kok rasa museum, Mbak” kata adik iparku saat berkunjung ke rumah kami.
Ungkapannya itu mirip dengan beberapa orang yang pernah dolan dimari. Gak heran sih. Jika disawang, sebagian besar perabotan rumah berusia lebih tua dari usia pemiliknya. Jam dinding kayu manual –jam harus diputar dahulu untuk membuatnya bekerja – dibuat sekitar abad ke-18. Beberapa jam meja antik, lemari makan, lemari pakaian, sampai gerobok usianya hampir 100 tahun. Eits, Alhamdulillah, mereka semua bersahabat. Meskipun tua tapi gak ada cerita aneh bin mistis loh. Semua berfungsi sesuai dengan tujuannya.

Sebenarnya sih, suami yang hobi benda-benda kuno kayak begitu. Aku sendiri lebih suka yang simple dan minimalis. Gak suka ribet intinya. Nah, gak heran tuh jam dinding kerjanya pas ada tuannya thok. Bojone ogah ribet.

Selasa, 07 Juni 2016

Mak Irit 2: Jualan!


Cerita lanjutan anak-anak jualan di CFD. Mak terharu melihat semangatnya. Jam 5 subuh, sudah bangun, sholat subuh, mandi, sarapan. Jam 6 kurang sedikit siap berangkat jualan. Si kakak dan adik, tos-tos dulu, "Semangat dek, biar bisa nonton bioskop," pesan Si Kakak.

Senin, 18 April 2016

Mak Irit

Irit!
Listrik naik? Oh No! Telur naik, ayam naik, ini naik, itu naik... Pusing deh pala berbie. Jatah bulanan gak ikut naik Pak Suami? Hehehe. Terus dia jawab deh, "Boleh korupsi, Bu?". Jangan, Pak. Gak berkah. Takut ah.
Sementara Emak lagi mumet, Anak-anak heboh minta nonton ke bioskop. Welah. Piye tho. Keuangan negara bagian Solo, distrik Rumah Kite ini, sedang mengalami defisit. Gak ada anggaran buat hura-huar. Apalagi nonton bioskop.

Kamis, 10 Desember 2015

BatikNadhifSolo: Pengalaman Transaksi Pertama di Tokopedia





Buka Peluangmu.

Setelah mengikuti roadshow, Tokopedia.com di Solo beberapa waktu lalu, Saya membuka Toko dengan nama BatikNadhiSolo. Sebagai pemain baru, Saya masih meraba-raba. Cara memasukkan foto produk. Rajin-rajin me-'klik' tombol promosi. Agar banyak orang melihat produk toko Saya. Yang namanya jualan pastinya harus sabar yaaa. Hehehehe. Sebab, transaksi pertama baru Saya dapatkan setelah satu bulan lamanya buka toko.

Jumat, 27 November 2015

Hati-hati Ada Yang Niru

Tiba-tiba Mas Bagus ku ngomelin adiknya, Mbak Genduk.

"Adek ini! Ini gak sopan. Gak boleh loh, melakukan hal ini. Karena apa? Karena tidak sopan!" Omelan Mas Bagus ke Mbak Genduk.

Entah apa yang jadi penyebabnya. Saya hanya mendengar dari balik dapur.

Mas Bagus ngomel dengan intonasi suara yang tinggi dan cempreng. Pilihan kata yang dia gunakan ini membuatku tersenyum malu. Sadar banget kalo, kata-kata dan gaya ngomel itu milik Si Emak. Yes, dia seperti mini me. Bukan hanya Mas Bagus. Mbak Genduk juga sama. Kebanyakan yang ditiru sih yang negatifnya, cara ngomel dan marahnya.

Sabtu, 10 Oktober 2015

Mungkin Dokternya Lelah. Salah Diagnosa.


Cerita ini agak satir sebenarnya. Embuh, dilihat dari sudut mana. Saya juga mingkep.

Alkisah. Tetangga saya beberapa hari ini tutup warung. Alias tidak berjualan. Saya sebagai langganan setia bensin eceran (dalam botol), jadi penasaran.

Kemarin warungnya buka kembali. Hore! Motor antik saya bisa langsung minum kalau kehausan. Ndadak mubeng dulu golek dodolan bensin, maraki mumet sirahku.

Senin, 21 September 2015

Botol Minum Warna Kuning



Botol Minum Warna Kuning

Dua jam lagi akan mendarat kembali ke Indonesia. Dia memandangi botol minum kuning. Airnya habis. Pria itu menuangkan air di botol mineral ke dalam botol kuning. Glek glek glek! Senyumnya mengembang. Segar!

Dua tahun lalu, saat ia meninggalkan tanah kelahirannya. Tak ada ikatan hati. dia meninggalkan dua gundukan tanah orang yang melahirkannya pun biasa saja. Justru ia enggan kembali ke sana.