Senin, 21 September 2015

Botol Minum Warna Kuning



Botol Minum Warna Kuning

Dua jam lagi akan mendarat kembali ke Indonesia. Dia memandangi botol minum kuning. Airnya habis. Pria itu menuangkan air di botol mineral ke dalam botol kuning. Glek glek glek! Senyumnya mengembang. Segar!

Dua tahun lalu, saat ia meninggalkan tanah kelahirannya. Tak ada ikatan hati. dia meninggalkan dua gundukan tanah orang yang melahirkannya pun biasa saja. Justru ia enggan kembali ke sana.

Sabtu, 05 September 2015

Apaan Tuh Endorse?


Teritung masih newbie di dunia per-IG an. Liat-liat foto. Selfie artis, pejabat, men-temen. Fotonya kece-kece. Dasar bekas wartawan, atau kepo-an yak? Liat yang gak dimengerti itu bawaannya gregetan. Gemes pengen tau. Banyak tuh artis dan bukan artis, yang foto terus caption di bawahnya begini: "Makasih ya, aku suka banget bajunya @merkbaju."

Selasa, 01 September 2015

Tip Nulis Jadi Duit dari IIDN Solo


Sabtu, 29 Agustus 2015


Solo. Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) Solo kembali bagi-bagi pengalaman di acara Bazar Buku Murah di Goro Assalam, Sabtu (29/8) kemarin. Kali ini mengusung tema 'Nulis Jadi Duit'. Pembicara IIDN, Bunda Yuni Astuti (Penulis Puisi dan Penulis Buku Antalogi), Mbak Ety Abdoel (Blogger), Mbak Arinta Adinigtyas (Penulis Cerita Anak).

Awak IIDN Solo sempet grogi nih, acaranya molor hampir setengah jam. Tung itang itung, yang nonton masih sepi. Namun pas acara dimulai, satu persatu pengunjung duduk manis di kursi penonton. Nyimak kata pengantar dari moderator yang kompor. Yang bertindak sebagai moderator adalah Ibu Ketua IIDN Solo, Siti Nurhasanah. Demikian moderator mengulang tema: "Nulis Jadi Duit. Duit loh. Kalo dulu nulis cuma hobi ngisi buku diari, nah, sekarang nulis juga bisa datengin duit!" ujar moderator penuh semangat. Apalagi, para pembicara di depan sudah pernah merasakan manisnya duit dari menulis. Alhamdulillah, kursi penonton jadi ramai.

Senin, 08 Juni 2015

Momswriter & Manajemen Waktu ala Ibu-Ibu, Talkshow IIDN Solo


Alhamdulillah, Talkshow Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) Solo dengan tema Momswriter & Manajemen Waktu ala Ibu-ibu di Bazar Buku Murah, Goro Assalam Hypermart, Kartasura Soloraya, Minggu (7/6) kemarin, berlangsung lancar. Ibu Siti Nurhasanah (Ketua IIDN), Ibu Nurul Chomariah, S.Psi (anggota IIDN), Ibu Noer Ima Kaltsum (anggota IIDN), Ibu Astutiana (anggota IIDN) sebagai narasumber dan Bunda Yuni (anggota IIDN) sebagai moderator.

Penampilan ini perdana loh, buat IIDN Solo. Untuk mengenalkan IIDN Solo kepada warga Soloraya terutama kaum Ibu dan perempuan. Bu ketua Siti Nurhasanah, menjelaskan bahwa IIDN Solo adalah bagian dari IIDN Pusat yang ada di Bandung dan didirikan oleh Teh Indari Mastuti. Komunitas ini untuk mewadahi para Ibu (Banyak juga calon istri dan calon Ibu yang bergabung), agar gemar menulis.

Seperti kata Bu Nurul Chomaria bahwa penulis itu karir yang pas disematkan kepada para Ibu. Karena jam kerjanya fleksibel. Seperti Bu Nurul yang menyepi di tengah malam untuk tak tik tuk,eh... nulis maksudnya. Rupanya Ibu-ibu cantik yang ada di panggung ini juga hampir sama. Kegiatan menulisnya dimulai saat malam hari. Kegiatan beberes rumah, ngurus anak-anak dan suami, memasak rampung baru deh, buka lappy... Satu, dua karya selesai. Kalau buntu, jalan-jalan sejenak di FB alias Facebook, eh... Tapi kalau Bu Noer Ima Kaltsum agak beda penyegarannya, yaitu ngurek-ngurek tanaman di kebun mungil belakang rumah.

Senin, 01 Juni 2015

Kabar Mengejutkan di Sore Hari


Bendera merah berkibar di rumah tetanggaku. Kami (Saya dan Suami), terkejut tak percaya. Siapa yang meninggal? Rasanya kami tidak mendengar kabar apapun seharian ini. Baru menjelang Ashar tiba-tiba ada kabar itu.

Si Mbah, tetangga depan rumah yang menyampaikan kabar duka, jika Ibu Darsono, kembali pada Sang Ilahi zuhur tadi. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Padahal beru kemarin sore kami bercakap-cakap dengannya. Saya sedang menyapu halaman depan dan beliau sedang latihan berjalan.

Selasa, 19 Mei 2015

Nenek di Perjalanan Kereta Solo-Jogja


Alhamdulillah, uji coba perjalanan bawa dua anak yang aktif, 6 dan 3 tahun naik kereta Solo-Jogja, sendirian, kemarin (18/5), berjalan lancar. Kalau terdengar agak hiperbola, maafkan saya. Perjalanan itu sangat berkesan dan menyenangkan. Tapi bukan karena kehebohan dan keaktifan anak-anak saja, tapi cerita dari teman seperjalanan, seorang nenek usia 95 tahun yang membuat saya nelangsa.

Awalnya saya cuek dengan nenek yang memperhatikan ulah anak-anak. Berkali-kali saya minta maaf karena anak-anak aktif banget. Saya takut mengganggunya. Dia hanya menatap tersenyum namun matanya memerah. Hati saya tertegun melihat airmata yang mengambang itu.

Selasa, 12 Mei 2015

Kacang Goreng Menikah LDR


LDR (Hubungan jarak jauh) aka. Menikah jarak jauh itu beyond my imagination. Melampaui batas imajinasi. Percaya gak percaya dan Alhamdulillah, hampir sewindu, pola hubungan LDR ini sudah dijalani. Gak pernah membayangkan pola hubungan seperti ini. Bagaikan berjalan menggunakan tongkat, nah kadang-kadang tongkatnya lupa bawa. Begitulah kira-kira rasanya.

Kesalahan saya sebelum LDR adalah tidak menyiapkan mental. Jadinya seperti berjalan dalam labirin tanpa cahaya. Meraba-raba. Hanya mengandalkan rasa. Kadang jatuh, terseok, merangkak. Nangis gerung-gerung sendiri, Baby Blues berat sendiri. Semestinya saya belajar. Nyiapin mental dulu. Tapi itu sudah lewat ya?