Kamis, 10 Januari 2019

Kakak Adik Beda Sekolah Atau Satuin Aja?

Kakak Adik Beda Sekolah Atau Satuin Aja?

Punya anak lebih dari satu, macam-macam warnanya. Ada aja cerita "unik". Milih sekolah, misalnya.

Sederhananya saat adek mau sekolah, gabungin aja sama si kakak. Biar gampang antar jemputnya. Tapi kenyataannya, si adik berbeda sekolah dengan kakak.

"Kenapa?"

Apakah emang lazimnya adek bersekolah yang sama dengan kakak. Jika beda sekolah, jadinya fenomena. Embuh.

Pertimbangan Saya dan suami kemarin berdasar pada anak-anak. Merekalah yang akan menjalani hari-hari di sekolah. Tapi bukan pada keinginan juga sih. Adek (anak kedua) pengennya malah di sekolah kakak. So what?

Pertama: Karakter anak

Anak punya karakter sendiri-sendiri. Anak dua, ya dua juga karakternya. Bahkan seperti bumi dan langit bedanya. Jika karakter Kakak percaya diri, tidak dengan adeknya. Dia akan berlindung di balik Sang Kakak.

Sikap berlindung di balik punggung si kakak ini bahkan bikin dia enggan menyapa anak yg lebih muda darinya. "Malu," katanya.

Jika kami mengabulkan permintaan adek dengan syarat "ngomong sendiri sama Om/Tante yang jual, ya". Maka, dia akan membersamai kakaknya, lalu endingnya Si Kakak yang ngomong sama penjual. *Macam ahli strategi gitu dia. Dia tak berkutik saat pergi tanpa Kakak.

Kedua: Lingkungan sekolah

Pada saat itu nak wedok belum mencukupi usia standar sekolah di Indonesia yakni 7 tahun. Sebenarnya nunggu satu tahun lagi sih tak apa. Beberapa sekolah tegas menolaknya karena beban kurukulum nasional saiki abot jare (katanya berat). Saya hiraukan masalah kurikulum ini. Kami butuh lingkungannya untuk sosialisasi anak.

Kebetulan sekolah yang terakhir disurvey, bertema sekolah alam. Dan nak wedok sayang hewan. Dia suka dengan adanya ayam, kura2 dan ikan itu. Di sekolah alam ini katanya sudah menerapkan kurikulum 13 dengan baik.

Catatan: kurikulum 13 ini menitikberatkan pada keterampilan guru dalam menyampaikan materi. Hanya ujiannya saja yang tidak relevan. Sebaiknya dihapus saja ganti dengan proyek akhir siswa.

Ketiga: Gaya Belajar

Karena nak wedok masih di bawah umur jadi lebih cocok dengan gaya belajar santai. Gak klasikal, lebih banyak keluar ruangan, dan bermain. Dengan banyak bermain akan melenturkan otot2 nya, mendukung proses sosialisasi dan memumpuk kepercayaan dirinya. Karena dia bisa "berani" tanpa bantuan Kakak.

Jadi dengan pertimbangan2 itu, kakak adek akhirnya beda sekolah. Kini, Kakak kelas 5 dan adek kelas 2. Alhamdulillah, keduanya tumbuh ceria, menikati kesehariannya di sekolah. Dan adek terlihat lebih percaya diri dan bisa bersosialisasi dengan baik. Paling emaknya aja yang mbolak mbalik. Hehehe...

Semoga sharingnya bermanfaat buat yang lagi nyari sekolah... 😗😗😗

Rabu, 09 Januari 2019

You Touch Me, Marry Poppin. The Review of Marry Poppin.

Nonton film ini diakhir masa liburan sekolah. Gak ada alasan lain hanya kebetulan saja. Demi menghibur hati yang kecewa gak jadi liburan ke luar kota.

Selain Spiderman ya Marry Poppin ini yang ratingnya SU (Semua Umur). Rate ini patokan utama memilih film yang ditonton bareng anak 2 (bawah 13 tahun). Meskipun sedikit tergoda oleh film Bumblebee tapi ratenya 13+. Katanya, adegan kisseu minimalis. Tapi eh tapi emak cari aman sajo. Secara nih anak kalo nanya panjang X lebar sama dengan gak selesai2.

Baiklah.... kembali ke Marry Poppin.

Di awal film, Marry Poppin muncul dari langit. Bertemu dengan anak2 keluarga Banks. Dan ternyata Bapak dan buleknya anak2 itu sudah kenal sama si Marry Poppin ini.

"Marry Poppin!!! Kamu masih terlihat cantik. Tidak berubah!" Kata Michael Banks.

Jebule saat Michael kecil, Marry Poppin pernah datang ke keluarga ini untuk mengasuhnya yang super nakal. Dulu.

Nah, sekarang datang lagi untuk mengasuh anak-anaknya si Michael. Sebenarnya anak2 si Michael ini anteng, mandiri dan disiplin. Karena terlalu anteng inilah Marry Poppin datang agar lebih santai menjalani hidup. Di sini Saya baper.

Kebaperan Saya tambah parah. Film ini bersetting tahun 30an dengan banyak nyanyi2. Ya iyalah kan film musikal (jebule... baru tau setelah google barusan).

Lirik dalam lagu-lagunya itu bikin baper. Terutama, lagu pas anak2 dan Marry Poppin tersesat sementara Ayahnya menunggu di rumah. Mereka ketakutan menghadapi amarah sang ayah.

Inti lagunya itu, jika kamu bertemu masalah hanya ada pilihan, kamu menangis atau berusaha. Saat kamu sendiri di kamar dan mati lampu, kamu hanya boleh nangis atau cari cahaya.

Dan, Saya meleleh dong.... Hampir keseluruhan  dari film ini bikin Saya baper. Meskipun Saya sudah bisa nebak alur cerita dan konfliknya. Ya klasik, Bapaknya anak2 terlilit hutang dan rumahnya akan disita oleh bank. Mereka berjuang menemukan sertifikat saham agar bisa membayar hutang. Akhirnya happy ending.

Saya menikmati dunia imajinasi yang dibawa oleh Marry Poppin dengan lagu2nya.

Intinya mah... slow... santai... gitu aja kok repot. Ini sih film yang menghibur Saya. Tapi anak2 juga keliatan menikmati juga.

"Seru yaaa... masuk.ke bak mandi terus langsung ketemu lumba2," anak2 seru2 cerita.

"Ibu, apakah Marry Poppin itu nyata?" Tanya si anak wedok.

Hahahahaha. Enggaklah. Hanya imajinasi. Tapi kita bisa menjadikannya nyata. Caranya?

"Close your eyes"

Rabu, 19 Desember 2018

Khasiat Kakadu Plum Pada Zalfa Body Serum Bikin Awet Kenyal, Sebuah Review



Perempuan menuju 35+ tahun seperti Saya, wajib merawat kecantikan. Di usia ini, bukan cuma wajah saja yang butuh perhatian. Kulit tubuh lainnya juga harus diperhatikan. Karena mulai terjadi perubahan yang cepat pada kulit. Kolagen kulit akan berkurang dan regenerasi sel kulit akan melambat. Kita gak bisa mencegah sistem metabolisme tubuh. Tapi setidaknya bisa memberi “vitamin” pada kulit. Saat ini Saya menggunakan Zalfa Miracle, Lightening Active Body Serum biar awet kenyal dan segar kulit Saya. Biarpun sawo matang, kulit Saya tetap segar dan kenyal. Ya, kan?

1.      Kemasan

      Body serum Zalfa Miracle, isi 100 ml dikemas dalam botol. Dalam botolnya diberi stiker pentutup botol berwarna ungu. Warna ungunya ini cocok untuk menggambarkan perempuan yang elegan dan matang. Dilengkapi dengan kepala botol spray. Hal ini sangat membantu saat akan digunakan.



2.      Garansi

Hal ini penting buat Saya. Jaminan kesehatan harus jelas dulu. Pada kemasan Zalfa Miracle Lightening Active Body Serum, tercantum no BPOM dan logo Halal dari Majelis Ulama Indonesia. Saya langsung re-check ke situs resmi POM Republik Indonesia. Yes, it does exist listed at  POM RI site.


3.      Aroma dan Tekstur

Faktor ini termasuk pengaruh besar buat Saya. Saya gak suka dengan aroma wewangian yang tajam dan menusuk. Bikin pening. Namun pada Zalfa Body serum ini, aromanya lembut dan segar.

Cairan body serum berwarna putih susu. Teksurnya cair dan tidak terlalu creamy. Mungkin ini juga yang bikin body serumnya cepat meresap ke kulit. Pas Saya oleskan ke kulit, cepat meresap namun tidak meninggalkan kesan lengket di kulit terutama telapak tangan.


4.      Cara Pemakaian

Dengan kemasan botol spray, Saya bisa gunakan secukupnya alias gak mubazir. Jadi bisa diatur banyaknya penggunaan. Lightening Active Body Serum, termasuk Night Skin Essence. Artinya waktu pemakaiannya pada malam hari. Karena pada waktu ini, kulit tidak terpapar sinar matahari. Bisa mengoptimalkan kerjanya si body serum kakadu plum ini. Secara kaya akan vitamin C. Apalagi bekerjanya di dalam lapisan epidermis kulit. Jadi bisa mengoptimalkan hasil kerjanya. Ini bedanya dengan body lotion, yang bekerja pada lapisan kulit luar. Body serum bekerja pada lapisan epidermis, lebih dalam lagi.

5.      Isi Kandungan

Body serum ini mengandung Kakadu Plum Extract. Kakadu plum ini sangat berkhasiat bagi kesehatan terutama kulit. Karena kakadu plum mengandung anti oksidan tinggi dan vitamin C. Tau dong, apa manfaatnya buat kulit? Betul banet! Untuk membantu meregenerasi kulit. Vitamin C menstimulasi kolagen pada kulit. Bikin kulit jadi kenyal sekaligus cerah. Setelah dua minggu pemakaian, Saya merasakan perbedaannya. Eh, kulit Saya gak berubah jadi putih ding. Tetap sawo matang. Hahaha. Tak apa. Tujuan Saya bukan kulit putih. Tapi kulit sehat.

Saya merasa kulit Saya terasa lebih kenyal dan cerah. Eh, pecah-pecah di tumit pun terpengaruh. Tumit pecah Saya itu berkurang. Sayangnya, Saya gak ambil foto tumit before dan after-nya. Hiks... Enggak tau jika akan terpengaruh juga. Saya fotonya hanya tangan yang kebetulan belang akibat terpapar matahari (i am a biker mom). Wkwkwk. Belangnya sudah mulai memudar. Gak keliatan banget lah kulit zebranya. Yang bikin senang itu, keriput halus di punggung tangan juga berkurang. Kulit juga jadi halus. 




        Dengan harga Rp. 115.000 untuk Zalfa Lightening Active Body Serum kemasan 100 ml, sangat worth it dengan hasil kerjanya. Sementara ini Zalfa bisa dibeli lewat online, intip webnya Zalfa di www.zalfa.co.id atau ke IG: www.instagram.com/zalfamiracle. Pengen order juga, ke admin wa di www.zalfa.id/pusat. Jangan lupa masukin kode INBR1018 biar dapet diskon 10 persen.


                   Semoga review ini bermanfaat buat teman-teman ya...

Selasa, 18 Desember 2018

Gigiku Sayang Gigiku Hilang

Datang santai, pulang lunglai.

Sama kayak kebanyakan orang, yang takut berkunjung ke dokter gigi. Kalo gak parah banget sih, masih selow. Nyut-nyut sedikit sih gampang, nenggak pain killer. Hilang sakitnya. Gitu aja terus dari jomblo sampe beranak dua. 

Sebenernya ini mau cerita tentang lalainya aku hingga harus merelakan gigi-gigiku hilang. Dan, plissss jangan ditiru. 


Lalai

Belasan tahun yang lalu, ada gigi bolong dan harus ditambal. Bukan cuma sekali dateng selesai. Harus ada beberapa sesi (baca:mingguan). Pengennya kan sekali dateng langsung rebes ya, kan? Hingga tiga kali datang masih juga ditambal sementara. "Minggu depan ke sini lagi ya. Ditambal permanen."

Lah... ajakan nge date dokter gigi itu terabaikan sudah. Saking banyaknya kegiatan (ciyee sibuk ceritanya), jadi lupa. Lagian perjalanan dari kantor ke temlat doktsr gigi bisa habis 1,5 jam lebih. Ini jarak dari HI ke Depok. Kantornya di kawasan Grand Indonesia dan kos di Lenteng Agung. Dokter giginya di Depok. Hasilnya ketemu jalan macet terus bikin males. Ya gitu deu tambalannya juga macet.

Akhirnya pindah dokter lah ke dekat2 kantor. Tapi dokter giginya nolak untuk melanjutkan tambalan. Karena tidak punha rekam medisnya atau step2 riwayat tambalan itu. Ya sudahlah..... 

Waktu terus berjalan maju. Kemudian menikah, hamil dan menyusui. Fase kehidupan ini amat berpengaruh pada gigi. Karena saat hamil dan menyusui, Ibu memberi kalsium pada bayi. Ini rasanya, luar biasa. Gigi senut-senut tapi gak bisa minum obat. Dosisnya kecil sekali agar aman untuk kehamilan. Efeknya ya gak ilang lah senut2nya. Mulai deh tuhh... giginya rapuh. Saat lagi ngunyah tiba2, kretek.. patah sebagian. Dan akhirnya mahkota giginya patah semua. Dua gigi raib sudah. Ditambah, bolong lagi di sana sini. 

Nge date lagi lah ke.dokter gigi. Kira2 waktu itu anak sulung lagi umur satu tahun. Gigi yang bolong tidak perlu dicabut namun lerawatan akar gigi. Jadi dipasangin crown gigi (semi gigi palsu). 

Alhamdulillah giginya udah baek lagi. 

Ketika hamil anak kedua, drama gigi terulang lagi. Sama persis ceritanya dengan anak pertama dulu. Senut2 dan patah-patah. Pada fase ini mulai ada abses di unfinished story of my tooth. Alias tambalan yang belum selesai dipermanen. 

Tapi, kalo masih bisa diselesaikan dengan pain killer dan minyak burung kakak tua, kayaknya gak perlu ke dokter gigi dulu. Kebiasaan buruk nih! Padahal jadi masalah buruk di kemudian hari. Aishh... 

Pas kelahiran anak kedua, juga dua gigi raib. Bukan tanggal yak. Raib. Ujug-ujug udah gompel aja. Pas lagi makan atau pas lagi ngapain, entahlah.

Bad News

Suami kan cerewet banget soal gigi nii. Pas ngerasa gigi mulai bermasalah lagi, langsung dibawelin nge date sama dokter gigi. Untungnya dapet dokter gigi yang komunikasinya bikin nyaman hati. Sebelumnya sih ketwmu dokter gigi yang cool. Dokter cool dan bor di tangan, kombinasi yg tepat bikin Saya ogah balik lagi. Traumaaa...



Dokter menyarankan untuk rontgen mulut. Dari hasil rontgen, dokter gigi menjelaskan permasalahan di gigi Saya. 

Masalahnya banyak banget... Hiks. 

Oleh sebab itu, penanganannya harus di tangan dokter bedah mulut. Katanya, ada infeksi yang menyebar hingga ke sinus (gigi atas), dan ada infeksi di gigi bawah. Gigi yang dipasang crown. Seharusnya Saya rajin periksa meski gigi sudah dicrown. Hiks lagi... 

Hanya dua gigi yang terinfeksi tapi sudah menulari gigi-gigi lainnya hingga gigi itu mati. Solusinya harus dicabut.... 

"Hanya dua gigi itu, Dok?"
"Kira-kira delapan?"
"Hah????!!!"

Kira- kira Saya tuh sambil melotot dan mulut melongo. Sambil nahan airmata. Hiksss.... 

"Ompong, Dok nanti..." sambil berurai airmata. 😭

Tindakan mengambil gigi itu harus dengan bius total. Operasi bersama dokter THT utk membersihkan sinus. Jangan ditunda lebih lama. Karena bisa2 menular lebih banyak gigi yg masih sehat.

Dokter nanya tuh. Apakah Ibu sering sakit kepala? Sejujurnya sih emang sering. Terkadang ada rasa kebas di pipi kanan dan leher bagian kiri. Namun hilang setelah minum Pana*ol plus istirahat. Sakitnya emang hilang tapi sumbernya masih "dipelihara".

Akibat Infeksi

Apakah ada cara lain? Jangan dicabut, Dok... Please... 😦
Infeksi pada gigi harus segera diatasi. Bagaikan pintu gerbang, bakteri leluasa bergerak menjelajahi tubuh ini. Saat ini sudah memasuki area sinus. Jika didiamkan terus, bisa saja bakteri "berjalan" sampai jantung. 

Apalagi jika, hamil bakteri bisa berenang di jalur pembuluh darah hingga ke rahim. Apapun kemungkinan buruknya, saat ini masih dalam kondisi baik. Mari tutup gerbangnya. Matikan infeksi yang telah ada. InsyaAllah jadi ikhtiar untuk menjaga kesehatan tubuh. Aamiin.

Operasi

Kata itu tetap horor meski pernah operasi sebelumnya. Waktu melahirkan anak kedua, terpaksa operasi dengan bius lokal. Mati rasa dari udel ke bawah. Saya tetap sadar kan... Nah, operasi yang ini gunakan bius total. Logic aja, mengingat operasi ganda. Bersihkan sinus dan cabut banyak gigi. Cabut satu gigi aja sudah ndredeg, apalagi banyak. Fyi, BPJS mengcover operasi ini meski Saya naik kelas rawat. *biarcepetdptkamarrawat. 

Selanjutnya, tau- tau udah di kamar rawat. Mas bojo sudah senyam senyum di sampingku. Sorry, Mas ndak bisa bales senyum. Masih ada pengaruh biusnya. Ditunjukannya gigi2 yg dicabut. Ada sembilan gigi, ini termasuk gigi yg raib karena patah sendiri, sisanya masih ketinggalan di gusi. Oh... Gigiku.... good bye.😭

Pencegahan

"Alhamdulillah sudah selesai operasi. Tetap dirawat seterusnya. Jangan diulangi lagi." Begitu pesan Mas Bojo. 

Betul juga nasihatnya. Sisa gigi yang sehat ini harus dirawat betul. Rajin sikat gigi 2x sehari dan sebelum tidur. Termasuk bersua dengan dokter gigi secara rutin. 

Kejadian ini jadi senjata ampuh buat anak2 klo males2an sikat gigi.



So... Akrab dengan dokter gigi yuk. Jaman now banyak dokter yg rupawan. *Halah.... Cari dokter gigi yang bisa bikin dirimu nyaman. Bikin jadwal ngedate minimal 6 bulan sekali
Pe eR selanjutnya mencari gigi baruuuu. Huhuhu... 😎😎😎





Selasa, 30 Oktober 2018

Khasiat Lidah Buaya. Dari Urusan Rambut, Kecantikan Sampai BAB



Lidah buaya dan rambut. Bukan rahasia lagi hubungan antara keduanya. Pada jaman dahulu, lidah buaya digunakan untuk menyuburkan rambut. Tapi bagaimana cara menggunakannya langsung, Saya sendiri gak tau. Ada yang bilang langsung diaplikasikan ke kulit kepala. Adik sepupu dulu pernah nyobain cara tradisional ini. Waktu itu rambutnya botak lokal. Hampir mirip sama pitak gitu. Dia rajin banget ngolesin lidah buaya ke area yang botak itu. Setiap hari menjelang mandi sore. Hasilnya dalam waktu satu bulan, area tersebut sudah ditumbuh rambut baru yang halus. Keren! Saya pun jadi tergiur. Secara Saya pun punya masalah pada rambut.

Senin, 08 Oktober 2018

I am (not) a great Mom. Sepotong Kisah Ibu Lalui Pospartum Sindrom


Jauh hari sebelum hamil, Saya sudah mempersiapkan diri agar tidak berjumpa dengan baby blues. Segala buku, artikel dan perisapan mental dipupuk semua. Termasuk ngasih tau Pak Suami buat jaga-jaga. 

Alhamdulillah, kehamilan berjalan lancar, sehat dan nikmat. Tak ada kendala yang berarti. Apalagi memang usia dan mental yang sudah matang, 25 tahun. Tak ada alasan tidak siap. Saya cukup percaya diri menyongsong kehadiran bayi kecil ini. I will be a great mom. Benarkah?

Selasa, 25 September 2018

Kejutan dari Anak-anak


Kejutan

Anak-anak bikin kejutan luar biasa buat emaknya ini. Pas libur lebaran di Palembang,kemarin Juni-juli 2018, kemarin anak-anak mengusulkan agak Saya, menyusul Bapaknya ke Pekanbaru. Suami Saya bertugas di Pekanbaru kala itu. Minus mereka - anak-anak.

"Beneran?" Saya tanyakan berkali-kali ke mereka. Gak yakin banget sih, mereka mau ditinggal di Palembang tanpa Ibunya.

"Gak papa, Bu. Kan, ada Mbah Uti dan Pakde," jawab mereka santai.

Perasaan Emak ini campur-campur kayak gado-gado Solo, yang ada wortelnya. Antara rasa terkejut, kaget, cemas, galau dan ada manis-manisnya juga. Kok tumbenan kedua bocah ini rela ditinggal Saya. Apakah mereka tidak sayang lagi sama Ibunya? Apa Saya sudah tak dirindukan lagi? Apa mereka sudah mandiri? Lebay mode on!a

Tapi beneran, Saya gak nyangka kedua anak ini sepakat bersama rela ditinggal Ibunya.

Apa sih alasannya?

Kata anak pertama:

"Biar Ibu pacara sama Bapak. Dan aku bebas main Mobile Legend. Hahahaha!" Dia ngakak, sodara-sodara. Secara, emaknya gak ngijinin maen game online kayak begitu. Adegannya sadis menurut Saya.

Kata anak kedua:

"Biar nanti ada adek bayi dalam perutnya Ibu. Kan, harus sama Bapak biar ada adek bayi lagi," katanya sambil senyum-senyum genit. Ni anak terobsesi punya adek bayi. Biar aku bukan anak bungsu lagi.

Ketika Bapaknya tau rencana anak-anaknya untuk mengirim Ibunya ke Bapaknya. Tentu senang sekali tu. Langsung nyuruh booking tiket. Padahal tanggal tua, yak dia semangat sayanya cemas. "Pake duit kamu dulu sayang nanti ku ganti. Pas gajian."

Sebelum nyari tiket ke Pekanbaru. Saya ijin dulu dong dengan Mbah Uti dan Pakde Budi. Apakah bersedia menjaga kedua anak ini selama empat hari tiga malam. Dengan segala pertimbangan, harga tiket murah yah diambil cuma tiga hari saja pacarannya. Dengan banyak catatan. Gak boleh game online, gak boleh jajan ciki-cikian, gak boleh jajan banyak msg nya. gak boleh ini dan itu. Panjang banget sepanjang struk beanjaa saat awal bulan.

Kemudian, Saya cuss ke Pekanbaru.

Perasaannya itu ya kayak deg-degan gitu. Kayak mau ketemu pacar. Duh semriwing dehhh. Ini adalah kali pertama Saya mengunjungi kota tugas kerja Suami setelah 10 tahun menikah, di tiga kota berbeda.

Luar biasa sekali....

Terimakasih anak-anak...

Bagaimana gaya pacaran Saya bersama pacar di Pekanbaru?

Pacaran di tepi Sungai Siak, Pekanbaru